Kamis, 30 Agustus 2012

SBY PIDATO, ANAK-ANAK TIDUR



TEMPO.CO, Jakarta - Mempersiapkan diri sejak pagi membuat beberapa anak tampak tidak konsentrasi mengikuti puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Teater IMAX Keong Mas, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012. Beberapa anak tampak tertidur saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato di atas panggung.
Melihat ada anak mengantuk, Yudhoyono langsung memotong pidatonya dan meminta teman-teman di samping anak-anak tersebut untuk membangunkannya. Padahal pidato sudah berjalan sekitar 10 menit. "Tolong dibangunkan yang tidur, ada satu-dua yang mengantuk," kata SBY.
Tapi, tak hanya dua-tiga anak tertidur, sebagian besar anak terlihat tak memahami isi pidato Presiden tentang anak nasional. Sebagian terlihat bengong sembari menopang dagu, sebagian terlihat menguap. Walau ada sebagian yang tetap berusaha menyimak isi pidato.
Maklum, isi pidato awal Yudhoyono pagi ini cukup "berat". Di antaranya mengacu pada kompetisi global yang keras yang akan dihadapi anak-anak ke depannya. "Karena itu, kita dorong anak-anak untuk lebih mengenali, mencintai, dan mengembangkan bidang kehidupan yang penting bagi masa depannya, baik itu sains dan teknologi, bisnis dan ekonomi, maupun seni dan budaya, atau cabang profesi dan bidang kehidupan apa pun," kata Yudhoyono kepada para guru dan orang tua murid yang hadir.
Beberapa istilah pun dimasukkan SBY, seperti nilai-nilai luhur, mind set, culture shock, dan future shock, hingga "all the flowers of all the tomorrows are in the seeds today".
Sadar caranya berbicara membuat anak-anak bosan, SBY pun mengubah gaya bicaranya menjadi lebih kebapakan dan lebih komunikatif dengan anak-anak. "Kepada anak-anakku di mana pun kalian berada, kami para orang tua, sunggung sayang pada kalian semua. Sekali lagi bapak berpesan agar kalian terus belajar, rajin ibadah, rajin olahraga," kata dia.
Maraknya penggunaan Internet di antara anak juga dibincangkan kakek Almira Tunggadewi ini. "Manfaatkan Internet untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan yang mencerdaskan, yang bermanfaat, yang dapat meningkatkan prestasi pendidikan kalian di sekolah," kata dia.


ARYANI KRISTANTI

Sabtu, 25 Agustus 2012

ONE OF ALY RAISMAN’S MEDALS IS ALREADY DENTED



Since winning two golds and a bronze in gymnastics at the London Olympics, Aly Raisman has been on a whirlwind tour of the U.S. She's been on the "Today" show, "The Colbert Report," and the red
 carpet for the E! Network. Her medals have been with her for every step, so it's not a shock that one of the gold medals is already dented.
"They're so heavy and I don't want to lose them and I've already dropped one of them so there's a little dent in them. It gives it a little bit of character,"she said.
Raisman already admitted she doesn't know which medal is the gold she won for the team competition and which one is from the gold on floor exercise. The dent will at least keep them from being interchangeable.
She shouldn't feel bad as she's far from the only one to tarnish her medal. Brazilian judoka Felipe Kitada broke his just hours after competing by dropping it in the shower, and the International Olympic Committee replaced it. German luger David Moeller broke his tooth after biting his newly on medal in 2010.
Don't worry, Aly. It's better to have a dented medal than no medal at all.

Jumat, 24 Agustus 2012

Hidup Ibarat Sebungkus Roti Sobek



Ibunya Tom Hanks dalam Forest Gump pernah bilang kalau hidup itu seperti sekotak cokelat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang kau dapat. Dengan pengandaian yang sama, kayanya dia juga setuju kalau hidup seperti sebungkus roti sobek.
Pernah makan roti sobek Sari Roti yang dua rasa, nggak? Keju-Cokelat atau Cokelat-Blueberry? Di antara dua rasa itu, suka yang mana? Kalau saya sih seringnya suka yang selain rasa cokelat. Saya lebih suka dapat yang rasa keju daripada cokelat. Lebih suka yang blueberry daripada cokelat. Kamu?
Tapi ternyata nggak mudah mendapatkan rasa yang kita inginkan itu. Dalam satu bungkus roti sobek rasa cokelat-keju itu ada 4 potong; 2 potong rasa cokelat, dan 2 lainnya rasa keju. Dan potongan dengan rasa sama tidak mungkin saling berdampingan. Artinya, kalau potongan pertama itu rasa cokelat, yang berikutnya pasti keju. Setelah itu baru ketemu cokelat lagi, baru keju lagi.
Nah, serunya itu kita nggak pernah tahu rasa potongan pertama yang ada di (dua) ujung yang akan pertama kali kita makan. Karena memang nggak kelihatan dari luar. Cokelat-kah? atau keju-kah? Waktu saya dan ibu saya berbagi roti sobek cokelat-keju ini, ibu saya mengambil duluan yang ujung, dan saya potongan berikutnya. Saya dapat cokelat, ibu dapat keju. Kami tergelak. Kami berdua sebenarnya mengincar keju. Ibu memang lebih beruntung, hehe…
Emosi tebak-tebakan buah manggis ini menarik. Setiap kali saya membeli roti sobek, emosi ini berulang. Emosi ini bisa menjadi bahan yang menarik untuk iklan roti sobek Sari Roti. Contoh-contoh tagline-nya bisa begini, “Cokelat atau Keju? Samaaa asiknya!” Tuh, bisa bikin suasana rame, kan? Ada bahan buat memulai obrolan, mirip iklan teh Sariwangi itu.
Iklannya bisa jadi dua anak suwit (hayo apa bahasa bakunya?) untuk anak yang duluan mengambil roti. Lalu ternyata dia dapat rasa cokelat yang dia nggak suka. Anak kedua ketawa. Tapi tenang, kan masih ada 2 potong lagi. Dua-duanya jadi dapat dua rasa yang sama. Tapi kalau anaknya ada 4 ya… terpaksa ada yang nggak dapat keju atau blueberry. Sabar, nak, terima aja nasibmu.
Eh, lucunya kok adegan makan cokelat Forest Gump dan saya sama-sama melibatkan adegan ibu-anak. Ah, iklan yang ada peran ibunya memang menyentuh emosi. Emosi yang membuat ibu-ibu mau datang ke toko dan membeli roti sobek ini, hehehe…
(Agung Prasetyo)

Apakah Anda Pembelajar Auditori ?



Bagi pembelajar auditori, sebutan keren untuk orang yang lebih banyak belajar dengan indera pendengarannya alias kuping, bunyi itu adalah berkah. Lewat pendengaran, informasi jadi lebih enak diserap dan diolah, untuk kemudian di’bunyi’kan lagi.
Saat kuliah dulu, saya pernah diajar oleh seorang dosen perempuan yang cantik dan berjilbab. Selama kuliah berjalan, saya yang tadinya merasa pembelajar visual merasa tidak optimal menangkap materi. Aneh, padahal tulisan dan ilustrasi bu dosen bagus di papan tulis. Belakangan saya sadar saya lebih banyak mengagumi kecantikannya ketimbang memperhatikan materi. Hehe. Karena saat saya berkonsentrasi menggunakan pendengaran dengan mata tidak memperhatikannya, saya justru bisa paham. Untungnya, bahasa verbalnya juga bagus, jadi tanpa memperhatikan bu dosen, eh papan tulis, saya tetap bisa belajar.
Lain subjek, seperti membaca Al-Qur’an, kepekaan bunyi juga diasah. Seiring waktu kita memperbaiki bacaan menjadi semakin tartil, misal dengan mengikuti kelas-kelas tahsin, pelafalan huruf dan panjang-pendek pun semakin apik. Dengar bacaan syaikh pelantun Murattal seperti Misyari Rasyid, lalu berusaha untuk memirip-miripkan diri juga sangat membantu. Kepekaan ini membuat telinga ‘gatal’ kalau ada orang yang membaca ayat Qur’an dengan pelafalan yang kurang ‘kena’, dan yang paling sering, mad, ikhfa, atau iqlab yang dibaca kurang panjang. Sebab bunyinya jadi aneh, nggak pas.
Dalam bidang yang sangat mengandalkan kepekaan bunyi, yakni musik, orang-orang auditori jelas berjaya. Penyanyi dan musisi yang handal dituntut untuk peka nada. Nada sumbang pasti ketahuan. Saya kagum sekali dengan penyanyi dan musisi yang punya kemampuan ini. Lagu-lagu jadi bisa dinikmati dengan lezat dan alat musik bisa dimainkan dengan aduhai. Amboi. Maka kalau penyanyi jadi qori’ (pembaca Al Qur’an), tilawahnya besar kemungkinan bagus. Demikian juga sebaliknya.
Dalam praktek keseharian yang lebih sederhana, orang-orang mempraktekkan kemampuan auditori untuk mengenali aksen. Ya, suara pengucapan suatu bahasa yang unik sesuai asal bahasa tersebut. Seorang Jawa yang tahu grammar bahasa Sunda masih terdengar ‘Jawa’ bagi orang Sunda. Ya, itu saya. Diajari bahasa Sunda sejak SMP ternyata tidak mampu membuat aksen saya menjadi Sunda. Orang Sunda yang awalnya bicara Sunda sama saya bisa mendadak bicara Indonesia karena tahu saya bukan orang Sunda. Anehnya, saking melekatnya aksen itu, kawan Sunda saya jadi tak bisa melepaskannya saat bicara Inggris. Lucu dengernya.
Orang-orang auditori biasanya berprofesi di bidang-bidang yang melibatkan bunyi atau suara. Kecepatan bicaranya di atas rata-rata, dan pandai merangkai kata-kata. Orator, MC, komedian, diplomat (keahlian multi bahasa), wartawan, editor, penyiar (radio,TV), penterjemah, pengajar (guru, dosen), sales (asuransi, MLM, dll), aktor, penyanyi, musisi, dan banyak lagi. Tak jarang mereka berprofesi ganda sesuai keahliannya tersebut. Ya aktor, ya musisi. Ya penyanyi, ya MC. Belum lagi kalau ditambah kesukaannya mempelajari bahasa (linguist) yang dirasanya mengasyikkan.
Beberapa superhero mengandalkan indera pendengarannya sebagai senjata. Ingat Dare Devil yang dengan kepekaan telinganya bahkan bisa ‘melihat’ objek di sekitarnya? Atau yang lokal seperti Si Buta dari Goa Hantu dengan monyetnya, Kliwon? Walaupun buta, sabetan tongkatnya jarang meleset. Kesaktian pendengarannya membuatnya bisa mengalahkan lawannya dengan indera yang lebih sempurna.
Eit, tapi tak berarti auditoriwan dan auditoriwati bebas masalah. Suara sumbang atau gaduh seringkali berarti gangguan. Mengganggu konsentrasi. Saya merasa (amat) terganggu dengan suara orang yang cempreng yang volumenya dinaikkan melebihi batas kewajaran. Pengen diselotip aja mulutnya. Kebanyakan mereka tidak bisa belajar di lingkungan yang gaduh, berbeda dengan orang visual yang jarang terganggu dengan riuh rendah suara di sekitarnya.
Nah, kembali ke kejadian seperti waktu saya kuliah tadi. Coba perhatikan orang yang kita anggap cantik, deh. Pernah nggak ketemu perempuan cantik yang suaranya nggak enak didengar? Jarang banget, kan? Atau gara-gara kecantikannya, telinga kita jadi tuli? Kalo iya, mungkin perlu ditambahin peribahasanya. Cinta itu (bukan hanya) buta, tapi juga tuli.
(Agung Prasetyo)

Selasa, 21 Agustus 2012

KENAIKAN GAJI PNS TAHUN DEPAN PERCUMA


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan gaji PNS, TNI/Polri, sekitar 7 persen tahun depan percuma sebab tertutupi dengan kenaikan harga BBM, listrik, dan pangan.

"Kalau terjadi kenaikan beruntun harga BBM dan listrik maka kenaikan gaji PNS tidak akan memberi pertolongan," kata Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy ketika Tribunnews.com, Selasa (21/8/2012).
Menurut Noorsy, belanja modal dari APBN untuk memenuhi kenaikan gaji PNS, TNI/Polri tidak bisa untuk memperbaiki daya belinya.
"Belanja modal dan belanja rutin APBN lebih rendah dari kenaikan harga," kata Noorsy.
Kenaikan  harga BBM, listrik, dan pangan tidak bisa dihindari tahun depan karena mau tidak mau dipengaruhi situasi internasional terutama perekonomi nglobal.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato APBN 2013 dan Nota Keuangannya di gedung DPR Jakarta 16 Agustus 2012 lalu menegaskan Pemerintah merencanakan penyesuaian gaji pokok dan pensiun pokok Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri sebesar rata-rata 7 persen, mengacu pada tingkat inflasi.
"Pemerintah juga merencanakan kenaikan gaji para hakim ke tingkat yang lebih baik, sepadan dengan tugas dan tanggung jawabnya," kata SBY.
Dengan pokok-pokok kebijakan itu, SBY menegaskan alokasi anggaran belanja pegawai dalam RAPBN 2013 direncanakan sebesar Rp241,1 triliun. "Jumlah ini meningkat Rp28,9 triliun atau 13,6 persen dari pagu belanja pegawai dalam APBN-P 2012," ujarnya.
Ditegaskan dalam rangka menuntaskan pelaksanaan program Reformasi Birokrasi pada Kementerian Negara/Lembaga, peningkatan alokasi belanja pegawai itu, juga direncanakan untuk anggaran remunerasi.

Jumat, 17 Agustus 2012

Pilot Minta Uang Penumpang untuk Bayar Bahan Bakar



DAMASKUS, KOMPAS.com - Para penumpang sebuah penerbangan Air France diminta untuk mengumpulkan tunai guna membeli bahan bakar. Permintaan itu terjadi setelah pesawat mereka terpaksa mendarat di ibukota Suriah yang tengah dilanda konflik, Damaskus.

Jet sedang terbang Paris itu menuju Beirut, Lebanon, ketika pertempuran pecah di jalan utama menuju  bandara Beirut, Rabu (15/8/2012) malam lalu. Kapten pesawat itu pertama kali memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Amman di Yordania sebelum menyadari bahwa ia tidak punya cukup bahan bakar untuk sampai ke Amman.

Maka ia minta izin darurat untuk mendarat di Suriah, di mana para pemberontak tengah bertarung untuk menggulingkan rezim tirani Presiden Bashar Al Assad. Setelah berada di lapangan bandara di Damaskus, para kru mengatakan kepada 174 penumpang bahwa mereka tidak bisa menggunakan kartu kredit perusahaan Air France untuk membeli bahan bakar pesawat karena ada sanksi keuangan yang diberlakukan terhadap Suriah oleh negara-negara Barat, termasuk Perancis.

Para kru itu lalu bertanya kepada para penumpang, terutama yang asal Perancis dan Lebanon, berapa banyak uang tunai yang ada pada mereka guna membayar ribuan liter kerosin yang diperlukan agar pesawat dapat terbang mencapai Larnaca di Siprus, sebuah bandara aman terdekat.

Seorang penumpang berusia 42 tahun bernama Najib mengatakan, "Kami turun di Suriah di mana ada banyak tentara yang terlihat sangat membahayakan. Kami kemudian diberi tahu ada masalah dan bahwa tidak ada uang untuk membayar bahan bakar. Mereka bertanya apakah para penumpang dapat berkontribusi untuk bisa mengisi kembali bahan bakar yang hanya bisa dibayar secara tunai."

Namun pengusaha Lebanon menambahkan itu, "Saat orang-orang mengaduk-aduk isi tas dan dompet mereka, kami lalu diberitahu bahwa solusi telah ditemukan untuk mengatasi masalah itu."

Seorang insinyur berumur 23 tahun bernama Roland mengatakan kepada kantor berita Perancis, AFP, "Kami bisa lihat melalui jendela, tawar-menawar terjadi karena rekening bahan bakar Air France dengan Damaskus sudah dibatalkan setelah mereka berhenti terbang pada bulan Maret. Karena hubungan buruk antara Perancis dan Suriah, banyak penumpang sangat khawatir ketika mendarat di sana."

Seorang juru bicara Air France kemudian mengonfirmasikan kepada AFP bahwa para penumpang telah dimintai uang setelah mendarat di Damaskus, Rabu lalu. Dia menambahkan, "Para awak pada awalnya menawarkan untuk membayar bahan bakar di Damaskus dengan kartu kredit tetapi transaksi itu tidak mungkin karena ada sanksi keuangan. Sebagai tindakan pencegahan dan antisipasi, para kru bertanya berapa banyak uang tunai yang dimiliki penumpang untuk membayar bahan bakar. Namun sebuah solusi akhirnya ditemukan untuk mengisi bahan bakar pesawat itu tanpa harus meminjam uang dari para penumpang dan pesawat lepas landas ke Larnaca dua jam kemudian."

Pesawat itu terbang ke Beirut pada hari berikutnya, kata jurubicara itu.

Desember tahun lalu, para penumpang sebuah penerbangan Austria, Comtel Air, diminta untuk membayar bahan bakar selama berhenti di Wina setelah maskapai itu kehabisan uang tunai.
Sumber : dailymail.co.uk
Editor : Egidius Patnistik

Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno


“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)